Tuesday, August 7, 2012

Bego Atau Songong?

Teks & Foto oleh Hassan Hans

Perhatian! Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung SARA.

Saya gak tahu ini merupakan kebodohan atau ke-o'on-an (sama aja kali ye?), tapi yang pasti ini adalah hal ter-BEGO yang pernah saya lakukan sepanjang perjalanan hidup treveling guweh.

Cerita bermula ketika saya masih mengenyam jenjang pendidikan sekolah dasar, every body knows kan? ada pelajaran yang namanya IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) yang disitu kita diwajibkan membeli sebuah buku Atlas, dari atlas itulah saya pertama kali mengenal ilmu per-traveling-an, mengetahui fakta bahwa ternyata dunia itu luas beud, terdiri dari lautan dan daratan, ada yang disebut benua berpagar pulau-pulau, ada sungai, gunung, bukit, aer terjun, aer mancur dan esetera.... dari atlas pula saya pertama kali mengenal (INGAT: CUMA MENGENAL, belum sampe kesono) berbagai keajaiban dunia seperti:

- Menara Eifel Paris
- Piramida
- Tembok Raksasa 
- Menara Pisa
- Colosseum
- Kaabah
- dan Candi Borobudur (tapi belakangan ini saya baru tahu, ternyata Borobudur bukanlah bagian dari 7 wonder)

Tak hanya keajaiban dunia, di Atlas tercantum juga berbagai gambar rumah adat, aneka baju adat, sampai flora dan fauna, Yeah, It's the beginning that I love traveling.

*lanjut cuzz*

Dari atlas juga saya mengenal bahwa di Indonesia ada 5 agama (jaman segitu belum ada konghucu) yang diakui yaitu ada: Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu dan Buddha. Karena ada 5 agama tentunya satu paket donk saya akhirnya mengenal 5 tempat ibadah: Ada Mesjid untuk agama Islam, Gereja untuk Kristen Protestan dan Kristen Katolik, Buddha punya Vihara dan Hindu punya Pura.

Berawal dari itulah timbul rasa exited saya untuk menjelajahi tiap tempat ibadah tersebut, bukannya apa-apa, saya cuma pengen mengagumi bangunan-bangunan tersebut, terutama gaya arsitekturnya.

Untuk mesjid karena dari kecil rumah saya berada pas disamping mesjid jadinya saya sudah gak penasaran lagi, saya cuma penasaran ama mesjid-mesjid di Timur Tengah. Heee...

Mesjid udah sekarang waktunya Pura, kebetulan waktu traveling ke Bali saya bisa puas madangin ribuan pura yang tersebar diseantero Bali, It's nice you know, seeing other people in different religion praying in their own way... :)

Saya juga paling ngiler ketika melihat bangunan gereja, dimanapun tempatnya asal gerejanya bagus pasti saya datengin, hehehe bagi saya gereja terutama gereja-gereja tua (dengan gaya arsitekturnya yang khas) sangat memesona. Apalagi kalau bisa mejeng berfoto didepan bangunan gereja itu, wuihh! 

Tak puas hanya berfoto didepan gereja saya juga penasaran dengan setiap sudut dan detail bangunan gereja, dari luar sampai dalam. Pernah ketika saya menjelajahi salah satu gereja tertua Indonesia, Namanya Gereja Mojowarno terletak di Kota Jombang, bangunannya unik bergaya barok (atau apalah saya kurang ngarti) dibangun sekitar tahun 1880-an, yang pasti bentuknya ciamik!

Sebelum masuk, saya (selalu) minta ijin kepada penjaganya untuk mengambil gambar diarea gereja, saya juga diperbolehkan naik ke menara yang menjulang tinggi, kebetulan saya datang pada hari minggu dan sebentar lagi ibadah dimulai. Saya dan Agista pun naik ke bagian atas, ternyata diatas menara ada lonceng raksasa yang gede banget, segede kulkas 5 pintu! Si Agista pun langsung bilang: 

Agista: "Waduh gawat cong ayo cepetan turun!"
Saya: "Gawat napa emang?"
Agista: "Gawat kalo loncengnya dibunyiin"

Seketika itu juga saya dan Agista lari terbirit-birit buat turun, dan benar saja tidak lama kemudian loncengnya dibunyikan!

DIEEEENKKK!!!

Saya pun dengan latahnya teriak "MONYOOOONKK! EH MONYOOONK!!"

Padahal saat itu kami sudah berada dibawah, coba kalau masih berada diatas, pasti sekarang saya udah jadi budek permanen.

Hal yang paling goblok yang pernah saya lakukan terjadi di Vihara, karena saya bocah yang norak dan ndeso dan gak pernah lihat yang ginian saya pun (seperti biasa) kegatelan buat ngambil gambar diarea vihara, mulai deh saya minta ijin masuk:

Saya: Permisi pak, apa boleh saya mengambil gambar didalam area vihara?
Bapak penjaganya: *senyum manis semanis kolak* Oh, tentu saja boleh silahkan!

Saya pun masuk, jepret sana jepret sini. 

Tak lama kemudian Si Agista pun ikut nyusul masuk, Dasar banci narsis, dengan alay-nya dia pun mulai berpose didalam area vihara tersebut:

Si Agista: Ssstt... Cong, fotoin gue donk! *pose*
Saya: *cekreeeek*
Si Agista: *pose (lagi)*
Saya: *cekreeek (lagi)* 

Note: Sebenarnya perasaan saya sudah tidak enak dengan apa yang sedang kami lakukan, tapi entah kerasukan setan apa saya pun jadi ikutan kalap,

Saya: "Eh, cong gantian donk!"

Sekarang gantian saya yang berpose, setelah itu agista, begitu seterusnya, sampai akhirnya si bapak penjaga vihara pun mendatangi kami:

Bapak penjaga: "Maaf dek, ini tempat ibadah, boleh ambil gambar diarea sini, tapi bukan untuk poto pose seperti ini!"

Agista: *bengong songong + masih dalam posisi pose*

Saya: "Oh, kalo begitu kami minta maaf pak!"

Sebelum keluar area, kami sekali lagi minta maaf ke bapak pejaganya dan setelah itu kami pun  pergi terbirit-birit karena saking malunya. Duuhhh!!! >.<



Patung Sleeping Buddha disamping Vihara


Keren kan gerejanya? hehe

8 comments:

  1. Justru songong lah yang bikin traveling jadi beda.. Ha3x.. LOL

    ReplyDelete
  2. asik memang kalo traveling bareng sahabat!
    salam kenal bro.

    Gue aJie!

    ReplyDelete
  3. Hahahaha songong itu seru ya..
    mampir ke blog saya kawan.

    ReplyDelete
  4. Seru jalan2nya, kocak pula :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, semoga suatu saat bisa jalan-jalan ke Jerman mampir kerumah Silaen Salzgeber, pasti lebih seru! :D

      Delete