Snorkeling Norak

"HOAAAAABBBLEBEB!"

"BLEBLEBLEBLEBLEBLEBLEBBB!"

"LONTOOOONG!!!"

"HOAAAABBBBLEBBLEBLEB!!!"

"TOLOHOAPPBLEBLEBLEB!!!!"

"HOAAAABLEEEEBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBEBB!!!"

BYURRRRRRRR! 

"Udah, kamu aman. Gak papa, kan?"

"Hohoh. Iyah. gak papah. kok. Hoh!"

"Kenapa palampungnya di lepas?"


 -------------------------------------------------

Itulah sepenggal kisah miris yang saya alami ketika snorkeling untuk pertama kalinya di salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa. Waktu itu saya nekat dan sok-pede melepas jaket pelampung. And after successfully kelelep saya baru sadar kalau saya gak bisa berenang. GEBLEK!

The Bitter Fruit


Jreng jreeeng! Ada yang tahu ini buah apaan? 

Jeruk Bali?

No!

Kelapa?

Nehiii. 

Nanas?

Hampir betul. 


Belimbing?

HWOYYYY!!! *sabet pake buntut*

Kuldi?

.......

Bus Cantik

Jam digital bus menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Bus "eksklusip" yang saya tumpangi sejak dari Semarang itu masih terjebak macet - akibat kelangkaan solar yang melanda - di kawasan Ngawi, Jawa Timur. Setelah lolos dari terkaman macet, kami berhenti di sebuah rumah makan. Karena males makan nasi saya pun menukarkan kupon makan dengan payung ganteng eh maksudnya segelas susu hangat. :|

[Adv] Terlantar di Semarang

13.00: Bus Jepara-Semarang yang saya tumpangi berjalan bak kuda binal di musim kawin. Liar dan ugal-ugalan. Tapi meskipun busnya udah full-speed 15 Mbps (Modem kalee 15 Mbps) jalanan yang macet tetap saja menjadi momok (Momok Geishya. Itu M.O.M.O, Nyet!). Alhasil perjalanan yang saya kira hanya 2 jam molor (Kutang kalee molor) menjadi 3 jam!


Susahnya Cari Travelmate

Salah satu "gak enaknya" ber-solo-traveling adalah kesendirian. Gak ada yang di ajakin ngomong, gak ada yang di ajakin haha-hihi, gak ada yang di ajakin rumpik. Nyebelin.

Solusinya? Ya, kita harus pinter-pinter mencari kenalan. Pasang senyum terindahmu dan berkenalanlah dengan orang di sekitarmu.

Baru-baru ini saya mencoba untuk ber-solo-backpacking ke Karimunjawa. Dengan modal wajah manis semanis gula jawa yang sudah kadaluarsa. Saya samperin tiap orang yang ada di samping saya. Kesempatan itu datang ketika saya sedang menumpang kapal ferry yang sedang menyebrang ke Karimunjawa. 

Kebanyakan penumpang datang ke Karimunjawa secara berrombongan lengkap dengan genk-nya masing-masing. Hanya segelintir saja yang traveling sendirian seperti saya. Keterbatasan duit juga memaksa saya untuk mencari minimal travelmate yang bisa diajak patungan penginapan dll.

Satu target di depan mata. Ada seorang backpacker cowok yang sedang duduk  menyendiri dengan ransel segede kingkong pirang tergeletak di bawah kursinya.

Saya pun mendekat dan mencoba untuk berkenalan. 

"Hai, Sendirian?" tanya saya sumringah.

"Iya" jawabnya datar.

Alarm Jangkrik!


[Cerita di bawah ini mengandung umpatan-umpatan yang tidak baik untuk kesehatan.]

Suatu hari di kala banci-banci sedang arisan pop corn...

22.00: "Jadi besok kita berangkat traveling dadakan ke Ngawi jam Setengah 4 pagi, kalo telat elo gue rajam. Awas, Lu!" Ancam Agista sambil ngacungin kemoceng bulu babi.

"Okok, Lu tenang aje." Jawab saya santai.

23.30: Saya menyetel alarm pukul 04.00. *Bobok comel*

Bebe Oh Bebe


12.00: Saya dan 4 teman saya sedang leyeh-leyeh comel dan berjemur di pante. karena lagi musim hujan dan cuaca sedikit mendung, makanya kami pede berjemur. Coba kalo kami berjemur saat musim kemarau, bisa dipastikan kami jadi ikan wader asap.

12.30: Kami mengeluarkan segala "senjata narsis" masing-masing:

Agista: *ngeluarin kamera DSLR*

Faris: *ngeluarin Samsung S3*

Louisa & Eka: *ngeluarin beha eh bebe*

Saya: *ngeluarin NOKIA 3315*  -______-"


BEWARE OF KARMA!


Do you believe in karma? Kalo saya sih I do believe banget. Kenapa kok tiba-tiba saya nanya masalah karma? Ya, karena kali ini kita akan ngomongin karma. Trus apa hubungannya traveling ama karma? Ih nanya mulu kaya petugas KUA! *jejelin beha*

Gini nih. Terkadang kalo pas kita traveling (atau gak usah jauh-jauh, di kehidupan sehari-hari aja deh!) kita pasti sering nemuin  hal hal yang bisa memancing diri kita untuk mengkritik atau bahasa halusnya mencibir sesuatu yang biasanya kita anggap aneh, lucu atau absurd

Contohnya: Kamu lagi ada di pantai dan tanpa sengaja kamu melihat ada cewek gendut pake bikini super mini dan kekecilan, nah maka bisa dipastikan kita akan membatin, 'GILAK, PEDE AMAT TUH DUGONG PAKE GITUAN?' atau pas kita melihat ada cewek pake make up super duper tebel dalam lubuk hati yang terdalam pasti kita bergumam, 'BUSET, NI CEWEK PAKE BEDAK APA TAPIOKA?'

Life Must Go On


Ada teman sesama pejalan yang bilang: "traveling itu gak kudu ke tempat yang indah, berkunjung ke tempat kumuh pun bisa di sebut traveling." Pernah dengar atau pernah datang ke Wisata Pemukiman Kumuh di Jakarta? Nah itulah contohnya, wisata yang gak melulu indah! Ada juga wisata pasar. nah yang ini saya suka. hehe!

Baru-baru ini saya sering ikut Ibu saya ke pasar. Bukan pasar swalayan atau moll, tapi pasar tradisional yang becyek itu tuh. Menyadari usia saya yang sudah tidak muda lagi, sebenarnya saya (sempet) malu ketika menemani Sang Ibu berbelanja ke pasar.  

Satu-satunya alasan saya pergi ke pasar dengan umur yang sudah se-tuwir ini adalah "nostalgia". Berdesak-desakan dengan pengunjung lain serta melihat Ibu saya gontok-gontokan menawar barang belanjaan adalah segelintir atmosfir yang saya kangenin. heheh!