Friday, March 22, 2019

Serbia dan Pouch-ku yang Raib


Singkat cerita, di tengah perjalanan traveling saya di Serbia, saya kehilangan barang berharga berupa sebuah pouch (alias dompet yang kira-kira seukuran buku tulis). Pouch tersebut diperkirakan hilang antara:

Saat saya check-out dari hostel yang baru saja saya inapi di Novi Sad sampai saat saya tiba di kota selanjutnya di kota bernama Nis. Satu hal yang teringat di ingatan saya adalah, saya terakhir memegang pouch tersebut saat hendak check-out di hostel di Novi Sad, selebihnya hingga sampai akhirnya saya tiba di kota Nis, semuanya tampak blur dan saya tidak ingat lagi pouch itu di mana.

Sebagai gambaran, Kota Novi Sad terletak di ujung Utara negara Serbia, sedangkan Nis terletak di ujung Selatan dengan jarak lebih dari 300 KM antara kedua kota tersebut. Perjalanan dari Novi Sad bisa kalian tempuh sekitar 3-4 jam, bisa naik bus ataupun awan kinton.

Tengok peta berikut biar dapet gambaran:



Parahnya, saya baru tersadar kalau pouch saya hilang saat sudah sampai di hostel di kota Nis. Saya langsung grasak-grusuk membedah ransel merah raksasa saya dengan belati dan dan pisau jahit plus obat bius biar doi gak kesakitan. Hasilnya, NIHIL, pouch munghyl yang sarat akan nilai historis tersebut telah raib tanpa kabar berita.

Tuesday, January 15, 2019

Ngorokmu, Deritaku - Kisah Pilu Ngorok di Berbagai Negara


Ngomongin pengalaman menginap di hostel memang tidak akan ada habisnya. Kali ini saya akan membahas topik yang bisa dibilang menjadi polemik di kalangan para traveler, yang tak lain dan tak bukan adalah "Ngorok" alias "Mendengkur", serta pengalaman saya tersiksa di berbagai negara karena roommates yang ngorok.

Mendengkur secara harfiah dapat diartikan sebagai suara yang ditimbulkan saat tidur karena adanya getaran jaringan pada saluran udara bagian atas. Suara yang ditimbulkan bisa berbagai macam level-nya:

Level 1 - Level Hembusan:
Level mengganggu: Tidak mengganggu, mengingat suara yang ditimbulkan tidak terlalu keras
Ngorok jenis ini biasanya cuma berupa suara seperti nafas yang terengah-engah, bisa terjadi saat ketika orang pilek, ataupun orang dengan asma ringan, atau sedang kecapekan. Beberapa orang bilang saya termasuk dalam level ini saat pilek atau cape (tapi banyakan bilang kalau saya sama sekali tidak mendengkur)

Level 2 - Level Normal:
Level mengganggu: Level suara yang ditimbulkan pada ngorok jenis ini bisa tergolong normal, sehingga tidak terlalu mengganggu, saat kamu benar-benar dalam kondisi mengantuk, suara tersebut malah bisa jadi lagu nina bobo buat kamu

Level ini yang paling dialami banyak orang (setidaknya ini dari survey orang-orang yang pernah tidur bareng sama saya), suara yang ditimbulkan biasanya berupa "Grrr... Grrr... Grrr..." atau "Ngookkk... ngookk... ngook..!" yang mendayu-dayu, seirama, dan berkesinambungan, merdu merayu.

Level 3 - Level Ngagetin:
Suara ngorok yang ditimbulkan oleh jenis ini bisa dibilang "Mengganggu". Selain suara yang ditimbulkan keras, melody yang tercipta dari dengkuran jenis ini bisa dibilang sangat tidak teratur sehingga bisa ngagetin teman tidurnya, seperti:

"NGOOOK NGRAKKKK! KRAAAKK NGAAAKK GROKKKK! GRRRR!!!... NGOOOKKK!! GROOOKKK!!!! GRAAAKKK! BRRRRR!!! NGOAKK!!!"

Suara di atas yang pasti cukup menyeramkan dan bikin kamu pengen membinasakan orang tersebut pake bantal ileran trus kekepin ke mulut mereka!

Mendengar dengkuran sudah menjadi resiko buat para budget travelers saat menginap di hostel/dorm--tempat di mana rasa saling menghargai, dan tenggang rasa dijunjung tinggi. Berikut kisah saya berjibaku bareng room mates dengan talenta ngoroknya.