Wednesday, October 10, 2012

Wisata Cepet Kaya?


*Tulisan ini tidak ada maksud menyinggung SARA atau sejenisnya*

Selain penyuka Om-Om, saya juga termasuk penyuka hal-hal yang aneh-aneh, kalau pas traveling pun kadang pengennya ketempat yang aneh-aneh pula. Termasuk wisata mistis, wuihh saya paling demen ama yang beginian! Sensasi ber-gidik-ria kadang bikin ketagihan loh! dan untungnya, Pulau jawa termasuk surganya wisata mistis! jadi banyak pilihan yang bisa saya pilih. xixixi *ketawa kunti lagi PMS*

Baru-baru ini saya berkesempatan untuk berkunjung disalah satu tempat ter-mistis di Jawa Timur, namanya Gunung Kawi (bukan Gunung Kawi yang ada di Bali ya, CATET!), terletak di Kota Malang, Wisata (mistis) Gunung Kawi bisa dicapai dari arah Kota Malang ataupun kota Blitar, bisa naek motor bisa juga naik mobil. Namanya sih boleh Gunung Kawi tapi pemandangan indahnya Gunung bukan sajian utama disini.

"Emang mistisnya dimana San?" gini nih ceritanya:

Berawal dari hobi saya nguping ibu-ibu yang sedang bergosip, dari mereka lah saya tahu bahwa ternyata Gunung Kawi adalah tempat mistis dimana orang-orang "mencari kekayaan" atau bahasa kece-nya mencari pesugihan! Hiii...


Saking booming-nya, setiap ada orang yang kaya mendadak pasti langsung deh muncul hot news bahwa orang tersebut mencari pesugihan di Gunung Kawi, Ah dasar ibu-ibu! Rumpik dweh!

Saya jadi tambah penasaran dengan hal itu, bener gak sih ada tempat seperti itu?

Berbekal peta warisan dari eyang google map saya berangkat ke Gunung Kawi via Blitar (dari rumah saya Kediri kalo lewat Malang jauh bo'), penjalanan lewat Blitar tergolong cukup menantang apalagi saya cuma naik motor. Saya harus melewati hutan yang sangat sepi (yaeyalah mana ada hutan rame?), sesekali melewati pemukiman penduduk yang mirip 'Kota mati' karena gak ada satupun warganya yang berkeliaran, #ngeri-ngeri-sedap

Begitu sampai di Gunung Kawi saya kaget ternyata tempatnya gak seserem yang saya bayangkan, bahkan ramai layaknya pasar burung! banyak pedagang berserakan mulai dari pedagang makanan, souvenir, bunga bungaan untuk sesajen dan kroni-kroninya. Kalau mau nginep disini hotel pun tinggal nunjuk, banyak banged! (pake "d")

FYI, Wisata Gunung Kawi adalah Wisata andalan Kota Malang alias a-must-visit-nya Malang. pengunjung yang datang pun gak cuma berasal dari Jawa, bahkan ada yang dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura yang tujuannya ya hanya satu "MINTA REJEKI" - yang otomatis warga sekitar juga ketiban rejeki dong dari hasil berjualan makanan, sesajen, penginapan dan lain-lain. Yah harusnya memang begitu sih tujuan dari tempat pariwisata supaya rakyat sejahtera, jaya sentosa, selama-lamanya, hehe

(ehm) Pengunjung biasanya melakukan ritual (ehm) meminta rejeki diarea makam dua tokoh tanah Jawa yang sangat dihormati hingga saat ini, ritual biasanya dilaksanakan pada hari-hari tertentu menurut penanggalan jawa, seperti Kliwon, wage (sejenis itu lah).
 

Yang menarik, disamping area makam ada sebuah pohon yang (di)keramat(kan) oleh warga sekitar, namanya Pohon Dewandaru. Seorang pemandu menjelaskan: konon siapa saja yang kejatuhan buah dewandaru langsung dari pohonnya akan mendapatkan berkah alias kaya! (mirip kejatuhan duren gitu lah, cuma bedanya ini gak bikin bonyok kepala), bahkan banyak dari pengunjung yang rela menunggu berhari-hari sambil nongkrong dibawah pohon demi kejatuhan buah tersebut, Yeah may be it's time to say WOW! Yang lebih WOW lagi, bahkan daunnya aja katanya bisa buat jimat kalo disimpen didalam dompet! WOW (sekali lagi bilang WOW dapet piring ganteng). Yang cukup mengagetkan pada waktu itu sang pemandunya berniat mengambilkan selembar daun untuk saya, saya pun dengan sopan dan anggun bilang "Mboten Pak, No thanks, mathur suwun!" (Kalo jimatnya bisa bikin saya 'ganteng mendadak' saya mau, hihi).

Ini nih yang membuat saya tercengang: untuk keperluan ritual (orang sana menyebutnya slametan) banyak pilihan yang bisa dipilih ada ayam, kambing, hingga sapi, untuk harga termahal dipegang si sapi dengan tarif 10 juta sekali ritual! WOW! *dapet piring ganteng*, atau bisa juga dengan nanggap atau bahasa gaol-nya mengadakan pentas wayang kulit plus ruwatan dengan tarif mencapai 6 juta rupiah! Waduh! ini mah kalo pengen kaya harus kaya dulu ya! hehe.


Selain suku pribumi banyak juga etnis tionghoa yang memanfaatkan Gunung Kawi sebagai sarana mencari berkah, bahkan pihak setempat telah  membangun kuil-kuil dan sejenisnya untuk keperluan khusus buat mereka. Waduh pokoknya muslim, non-muslim, doa-doa, pengajian hingga sesajen, bau bunga-bungaan, kemenyan, dupa dan lain-lain semuanya campur aduk tumplek blek disini! 

Oya, ketika itu ada seorang warga yang nawarin saya untuk melaksanakan ritual dilokasi lain (sekitar gunung Kawi juga) yang lebih ekstrim, yaitu "Ritual Pesugihan" yang letaknya nyempil dan rahasia, saya sih gak mau yang begituan apalagi harus pake ritual TUMBAL segala hiii OGAH!
"Catatan saya: Semuanya tergantung kepercayaan masing-masing individu, Indonesia memang kaya akan tradisi, jadi gak heran kalau agama yang masuk ditanah Nusantara (mau gak mau) harus bercampur dengan tradisi dan kepercayaan yang sudah eksis turun temurun dari orok-nya."

Boleh percaya, boleh tidak.. 
Kalau percaya silahkan coba, kalau gak percaya cukup dilihat saja, hehe


Bisa pilih berbagai macam bunga kecuali bunga bank(ai)


Ada "Menu + Kasirnya" loh!

Para pencari "berkah"

Ni hao maaa...

12 comments:

  1. nice blog :) bahasanya kocak...maen2 ke blog ku juga yah ^^v salam kenal

    ReplyDelete
  2. bingung mau komen apa kalo soal beginian... hahahahaha.. enjoy jalan-jalannya aja deh :))

    ReplyDelete
  3. Kocak abiz.... Cara cerita yang bikin ngakak terus meski bahasanya (emang gak) serius hahaha...
    Salam kenal... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, kalo gak serius nanti bisa ditonjokin pak ustadz LOL!
      Salam kenal juga yaaa... ;)

      Delete
  4. ngg..cuma cepet kaya aja yah uncle?
    klo cepet dapet jodoh ada gak?


    *banjur air suci* eling cid, eling. :|

    ReplyDelete