Tuesday, July 9, 2013

Fake Photographer (Moral of Story)

Ketika jalan-jalan dan melihat tempat baru saya tak akan melewatkan sedikitpun momen yang ada di depan mata. Ketika itu pula kamera (pinjeman) saya akan bekerja. Jepret sono jepret sini. Semuanya saya jepret. Mumpung gitu loh! :D 

Kegilaan saya akan ber-jeprat-jeprot itu baru saya sadari ketika saya ber-solo-backpacking ke Karimunjawa beberapa bulan lalu. Kalo biasanya saya bawa potograper (sewaan) yang dengan "sendiko dawuh" mau motoin saya dengan berbagai gaya, kali ini saya harus gigit titit. Ralat. Kali ini saya harus gigit jari. Alhasil sepulang dari sana saya hanya punya 2 biji poto diri. Itupun merem semua. Huft!

Nah, itulah sebabnya, karena gak ada yang motoin, saya pun melampiaskan hasrat foto saya dengan menjepret objek lain. Jadi, setiap ada objek menarik, langsung tembak. Ada pemandangan bening, langsung hajar. Berasa potograper kelas salmon, daah! :D

"Eh, masnya potograper, yak?" Tanya seorang warga lokal Karimunjawa kepada saya.

"Ih, kok tau, sik?" Saya nyengir tapir.

"Karena kamu telah menge-flash  hatiku."

"EEAAAAAAAAAKKKK!"

Jangan mengira kalau saya akhirnya jadian sama warga lokal tersebut, karena warga lokal yang saya maksud adalah seorang nenek-nenek penjual nasi di alun-alun. Huft!
  

------------------------------------------


Ke-norak-an saya makin tersudutkan ketika ada seorang tante-tante teman sekapal menyindir saya.

"Masnya dari tadi moto trus nih. Apa-apa di foto. Apa-apa di foto." 

Saya kembali nyengir tapir sambil dalam hati membatin, "MASALAH BUAT, LOH?"

Sesampainya di homestay ketika saya lagi ngobrol-ngobrol-cantik dengan tante tersebut, Si Tante kembali menyindir saya.

"Masnya yang tadi jeprat-jepret trus. Gak capek apa, yak? Kayak saya donk, kalo foto seperlunya saja."

"Wow! Oya?" Saya tercekat.

"Iya, mau lihat?"

Saya mengangguk.

"Nih!"

Saya meraih kamera si tante dan melihat isinya yang kesemuanya (ternyata) berisi foto narsis si tante dengan berjuta gaya. Mulai dari yang kayang sampe nungging. Mulai yang topless sampe bottomless. :D

Saya pun mimisan lewat ketiak setelah melihat foto-foto tersebut. 

Dengan jumawa Si Tante masih sempat berucap, "Tuh, kan! foto-foto itu SEPERLUNYA SAJA. JANGAN ASAL JEPRET!"

Mimisan saya semakin deras. Kali ini lewat selakangan.


-----------------------


Moral of story: Baik saya maupun "Si Tante Narsis" gak ada yang patut di contoh! 

Sekiyan.


Uhuk!
:))

Aaak, Karimin!!! Eh Karimuuun!!!

Pohon kelapa pun tak luput dari jepretan

Plis, deh! Bapak-bapak ini aja narsis!