Saya masih inget, pasir di pantai itu berwarna hitam pekat, mirip pasir di Pantai Parangtritis di Jogja tapi lebih legam lagi. Kira-kira itemnya kayak kulit saya lah. #exotizgelak
Saya mah orangnya gak rasis, sehingga pasir yang warnanya itempun tetep looks gorgeous for me. Siang itu, terlihat beberapa bapak-bapak sedang bahu membagu untuk menaikkan muatan yang akan dibawa ke pulau sebrang, Pulau Nusa Penida. Yep, saya sedang di Bali saat tulisan ini saya ketik.
As per recommendation from @duaransel dalam video ini, akhirnya saya horny untuk menjamah desa unik ini (bahasa lampu merahnya mulai keluar). Pantai Kusamba terletak di Desa Kusamba, sebuah desa pesisir Bali bagian Timur. Saya gak sempat cari tahu kenapa tempat ini bisa dinamain Kusamba (Apa mungkin dulu para warganya hobby nari Samba?). Yang pasti, saat itu, di pantai ini hanya ada satu turis--yaitu, the one and only, Gue!
Kaki buluk ini menuntun saya menuju sebuah gubuk dengan halaman lapang di depannya. Ketika saya mendekat, seorang Ibu bercaping (topi lebar khas petani-Red) menghentikan langkah saya.
"Hopp! Berhenti di situ saja!"